KULINER - Cerita Wong Pati

Halaman

    Social Items

KULINER  KOTA PATI





NASI  GANDHUL
Dan ceritanya.

Nasi Gandhul……,kalau kita mendengar nama itu pasti langsung kita akan menerawang ke kota Pati Jateng.Memang Nasi gandul adalah makanan kuliner khas asli  kota Pati. Kalau dari luar kota jalan-jalan ke kota Pati tidak “ngincipi “ masakan  Nasi Gandhul tidaklah punya cerita dari Pati.

Sedangkan kalau ditanya kenapa dinamakan Nasi Gandhul walaupun orang Pati asli ,jawabnya ya..sekenannya saja. Namanya cukup unik,rasanya khas tidak ada duanya,cara penyajiannya juga khas piring dengan di kasih daun pisang,makan pakai “ suru ‘ atau daun pisang yang dilipat sebagai pengganti sendok,lauknya,daging sapi yang dimasak khusus,begedel,tempe yang khas,renyah garing,gurih,pokoknya lain dari yang lain.
Ada cerita asal nama Nasi Gandhul ini,tak lepas dari seseorang yang bernama Pak Melet kelahiran Ds.Gajahmati kecamatan Pati. Nasi Gandul dulu selalu identik dengan nama Pak Melet ( Alm ). Beliau dikabarkan sebagai perintis Nasi Gandhul diPati sehingga terkenal sampai sekarang. Maklum usaha beliau menjajankan Nasi Gandul di rintis kurang  lebih tahun 1961, dan diwariskan oleh anak cucu, serta orang-orang sekitar Pak Melet, yang sekarang banyak menjajankan usaha warung makan Nasi Gandul, baik di kota Pati sendiri ataupun diluar kota Pati.
Konon cerita Pak Melet waktu muda  menjajankan Nasi Gandul dengan cara di pikul, ditaruh diangkring dan menelusuri lorong-lorong jalan kota Pati, terutama dikawasan Pecinan. Biar masakan tetap hangat di beri anglo tempat bara api.Berangkat dari rumah kurang lebih jam 22.00 wib hingga sampai habis,terkadang juga sampai jam 03.00 wib. 
 Dikawasan Pecinan itulah sebagai langganan tetap Pak Melet, orang-orang keturunan cina, dulu disebut kalangan orang singkek. Suatu hari orang-orang kalangan singkek yang sudah “ nyandu “ dengan masakan Pak Melet, menyuruh pembantunya membelikan masakan yang dijajakan Pak Melet. Baik majikan ataupun pembantunya tidak tahu nama masakan yang dijajankan Pak Melet. “ Pokoknya singkek ingin dibelikan masakan yang dijajankan oleh Pak Melet yang dibawa  Gandhul-Gandhul “ . Yang dimasud Gandhul-Gandhul  adalah masakan Pak Melet yang dibawa dengan cara dipikul diatas angkring hingga gandhul - gandhul. Sehingga sebutan itu turun temurun sampai sekarang.
Cara menjajakan pak.Melet dengan Nasi Gandhulnya itu masih sangat sederhana. Nasi angkring dilengkapi  dengan anglo dan arangnya sebagai media pembakaran serta untuk meneranginya dipergunakan lampu " uplik ". Dipikul berjalan kaki menyusuri jalan-jalan dan lorong-lorong disudut- sudut kota pati yang masih sangat sepi.
Angkring yang dipergunakan saat mengawali sejarah hidupnya hingga sekarang masih menjadi saksi hidup. Rumah yang menjadi warung untuk berjualan berada dipingiran gang desa. Tepatnya dipingiran jalan, depan rumah  terdapat lampu ting. Lampu ting ini sebagai isyarat bagi penjaja gandhul. Selagi lampu ting itu menyala, pertanda bahwa Pak Melet berjualan. Tetapi sebaliknya jika lampu ting itu mati, maka Pak Melet lagi tidak buka dasar alias tutup.
Tidak perlak perkembangan selanjutnya, warung nasi Gandhul menyebar dimana-mana. Itulah sebabnya dari usaha pak Melet diawali merangkak dari bawah hingga akhirnya ia berhasil merehab rumah serta mengentaskan anaknya dari pendidikan formal bergelar sarjana.

Sekarang di Pati sudah puluhan warung makan yang menjual masakan Nasi Gandhul. Beberapa nama penjual Nasi Gandhul yang cukup polpuler di kota Pati. Ada Bu Sardi yang buka warung di Ds, Gajahmati dekat ds. panjunan, Pak Muntiman buka warung dipati kota, ds,Salihan,Generasi Pak Melet diruko ds,Gajamati,Bu Tin Gajahmati,Mas Tono, Bu Srini di Belakang Halte Puri Pati, Pak Laspin,Om Kaka di Terminal Sleko Pati dll,tinggal pilih yang cocok dengan selera anda.
Banyak juga  orang-orang Pati yang merantau keluar daerah untuk menjajankan Nasi Gandhul. Nasi Gandhul bukan hanya bisa di temukan di Kota Pati tapi sudah merebah keluar kota Pati bahkan sudah GO internasional,Nasi Gandhul bisa jadi kebanggaan orang Pati.




.............Tunggu info kuliner Kota Pati selanjutnya ya....

KULINER

KULINER  KOTA PATI





NASI  GANDHUL
Dan ceritanya.

Nasi Gandhul……,kalau kita mendengar nama itu pasti langsung kita akan menerawang ke kota Pati Jateng.Memang Nasi gandul adalah makanan kuliner khas asli  kota Pati. Kalau dari luar kota jalan-jalan ke kota Pati tidak “ngincipi “ masakan  Nasi Gandhul tidaklah punya cerita dari Pati.

Sedangkan kalau ditanya kenapa dinamakan Nasi Gandhul walaupun orang Pati asli ,jawabnya ya..sekenannya saja. Namanya cukup unik,rasanya khas tidak ada duanya,cara penyajiannya juga khas piring dengan di kasih daun pisang,makan pakai “ suru ‘ atau daun pisang yang dilipat sebagai pengganti sendok,lauknya,daging sapi yang dimasak khusus,begedel,tempe yang khas,renyah garing,gurih,pokoknya lain dari yang lain.
Ada cerita asal nama Nasi Gandhul ini,tak lepas dari seseorang yang bernama Pak Melet kelahiran Ds.Gajahmati kecamatan Pati. Nasi Gandul dulu selalu identik dengan nama Pak Melet ( Alm ). Beliau dikabarkan sebagai perintis Nasi Gandhul diPati sehingga terkenal sampai sekarang. Maklum usaha beliau menjajankan Nasi Gandul di rintis kurang  lebih tahun 1961, dan diwariskan oleh anak cucu, serta orang-orang sekitar Pak Melet, yang sekarang banyak menjajankan usaha warung makan Nasi Gandul, baik di kota Pati sendiri ataupun diluar kota Pati.
Konon cerita Pak Melet waktu muda  menjajankan Nasi Gandul dengan cara di pikul, ditaruh diangkring dan menelusuri lorong-lorong jalan kota Pati, terutama dikawasan Pecinan. Biar masakan tetap hangat di beri anglo tempat bara api.Berangkat dari rumah kurang lebih jam 22.00 wib hingga sampai habis,terkadang juga sampai jam 03.00 wib. 
 Dikawasan Pecinan itulah sebagai langganan tetap Pak Melet, orang-orang keturunan cina, dulu disebut kalangan orang singkek. Suatu hari orang-orang kalangan singkek yang sudah “ nyandu “ dengan masakan Pak Melet, menyuruh pembantunya membelikan masakan yang dijajakan Pak Melet. Baik majikan ataupun pembantunya tidak tahu nama masakan yang dijajankan Pak Melet. “ Pokoknya singkek ingin dibelikan masakan yang dijajankan oleh Pak Melet yang dibawa  Gandhul-Gandhul “ . Yang dimasud Gandhul-Gandhul  adalah masakan Pak Melet yang dibawa dengan cara dipikul diatas angkring hingga gandhul - gandhul. Sehingga sebutan itu turun temurun sampai sekarang.
Cara menjajakan pak.Melet dengan Nasi Gandhulnya itu masih sangat sederhana. Nasi angkring dilengkapi  dengan anglo dan arangnya sebagai media pembakaran serta untuk meneranginya dipergunakan lampu " uplik ". Dipikul berjalan kaki menyusuri jalan-jalan dan lorong-lorong disudut- sudut kota pati yang masih sangat sepi.
Angkring yang dipergunakan saat mengawali sejarah hidupnya hingga sekarang masih menjadi saksi hidup. Rumah yang menjadi warung untuk berjualan berada dipingiran gang desa. Tepatnya dipingiran jalan, depan rumah  terdapat lampu ting. Lampu ting ini sebagai isyarat bagi penjaja gandhul. Selagi lampu ting itu menyala, pertanda bahwa Pak Melet berjualan. Tetapi sebaliknya jika lampu ting itu mati, maka Pak Melet lagi tidak buka dasar alias tutup.
Tidak perlak perkembangan selanjutnya, warung nasi Gandhul menyebar dimana-mana. Itulah sebabnya dari usaha pak Melet diawali merangkak dari bawah hingga akhirnya ia berhasil merehab rumah serta mengentaskan anaknya dari pendidikan formal bergelar sarjana.

Sekarang di Pati sudah puluhan warung makan yang menjual masakan Nasi Gandhul. Beberapa nama penjual Nasi Gandhul yang cukup polpuler di kota Pati. Ada Bu Sardi yang buka warung di Ds, Gajahmati dekat ds. panjunan, Pak Muntiman buka warung dipati kota, ds,Salihan,Generasi Pak Melet diruko ds,Gajamati,Bu Tin Gajahmati,Mas Tono, Bu Srini di Belakang Halte Puri Pati, Pak Laspin,Om Kaka di Terminal Sleko Pati dll,tinggal pilih yang cocok dengan selera anda.
Banyak juga  orang-orang Pati yang merantau keluar daerah untuk menjajankan Nasi Gandhul. Nasi Gandhul bukan hanya bisa di temukan di Kota Pati tapi sudah merebah keluar kota Pati bahkan sudah GO internasional,Nasi Gandhul bisa jadi kebanggaan orang Pati.




.............Tunggu info kuliner Kota Pati selanjutnya ya....

SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER