09/21/17 - Cerita Wong Pati

Halaman

    Social Items

Bahasa Jawa dan minat nguri - uri 
budaya serta ajaran berbudi luhur.

         Saat anak kecil itu di panggil ibunya, dia bilang " opo ", dan " yo". Kata "opo" dalam bahasa indonesia itu "apa" dan kata " yo " dalam bahasa indonesia itu " ya ", . Kalau percakapannya pakai bahasa Indonesia bisa diterapkan itupun dengan nada yang halus. Tetapi kalau percakapan itu dipakai dengan bahasa Jawa, jelas tidak masuk blas, jelas anak itu tidak tahu bahasa Jawa, ini bagi orang Jawa. 
          Bisa juga si anak itu tidak bisa menghargai orang tua atau orang yang lebih tua juga orang lain. Dapat digolongkan juga si anak itu tidak paham akan kata " ungah-unguh,sopan santun " dengan orang yang lebih tua. Apa perlu " ungah-unguh, sopan santun " dengan orang tua atau dengan orang yang lebih tua. Jawabanya bagi orang Jawa yang hidup di Jawa ya sangat perlu. Anak yang tahu mengerti dan memahami tentang "ungah-unguh, sopan santun" dalam percakapan bahasa Jawa dengan orang tua, yang lebih tua atau dengan orang yang baru dikenalnya itu sudah mencerminkan punya bibit budi pekerti anak yang baik, atau berbudi luhur punya kepribadian yang bagus.
         Generasi muda yang punya kepribadian, dan berbudi luhur sangat bisa diharapkan kelak jika jadi orang pintar,jadi pemimpin atau pejabat, jadi orang panutan dia akan benar-benar mengemban tugas, amanah tidak melenceng dari kebaikan dan tanggungjawab dengan benar, jujur, tidak mengutamakan kesenangan diri sendiri, mementingkan pribadi atau golongan. Bagaimana dengan generasi muda yang kepribadiannya serta budi pekertinya bobrok,busuk,jelek tidak baik. Sudah jelas hasilnya pun akan sangat jelek,bauk,banyak korupsi, pembangunan tidak merata, saling menikung atar teman antar manusia. Yang pasti hasilnya tentu tidak baik. 
         Siapa yang harus menanamkan " ungah-unguh, sopan santun " pada anak-anak. Semua orang punya peran disini,orang tua anak yang selalu interaksi pada anak perhatian mendidik yang baik. Lingkungan juga punya peran cukup besar, sebagai tempat pergaulan kehidupan sehari-hari yang kadang bisa membentuk watak ,karakter dan kepribadian anak. Serta guru disekolah atau lingkungan sekolah. 
     Dalam lingkungan sekolah,guru dan pelajaran Bahasa Jawa disekolah sangat perlu diperhatikan,jangan sampai disepelekan walaupin kelihatan sepele, apalagi dilupakan ini akan sangat membahayakan. Anak -anak lebih sering mengingat apa yang diajarkan guru di sekolah. Melestarikan budaya serta ajaran leluhur untuk kebaikan bersama adalah tugas kita semua, itu kalau kita mau menyadarinya. 

( Obrolan ngopi bareng Iki Wong Pati, dan sedulur dari Yayasan Tombronegoro Pati Nguri-uri kabudayaan Tanah Jawa khususnya kota Pati ) .

BAHASA JAWA dan UNGAH UNGUH SOPAN SANTUN

SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER